Setelah prototipenya sempat bocor, iPhone 4 akhirnya diperkenalkan secara resmi oleh Steve Jobb saat memberi sambutan di acara Konferensi Developer Dunia 2010.
Dibandingkan pendahulunya, iPhone 4 memiliki desain yang lebih ramping dari bahan stainless steel dengan layar tahan goresan. Tambahan lainnya adalah kamera sisi depan untuk fasilitas video chat dengan menggunakan iChat.
iPhone 4 juga telah menggunakan A4 prosesor sehingga memiliki kecepatan lebih tinggi dibandingkan iPhone pendahulunya serta mampu membuka beberapa aplikasi dalam waktu bersamaan.
Selain itu, iPhone versi ini juga telah memperbaiki teknologi baterai sehingga bisa bertahan lebih lama. Baterai dapat digunakan untuk 7 jam bicara, 6 jam jelajah internet dengan 3G, 10 jam jelajah internet dengan Wi-Fi, dan 300 jam dengan kondisi standby.
Ini adalah versi keempat iPhone sejak pertama kali diluncurkan pada Juni 2007, menyusul iPhone dengan teknologi 3G pada Juli 2008 dan iPhone 3GS setahun kemudian.
Sebelum peluncuran, teknologi iPhone yang diklaim sebagai tercanggih dari yang sudah ada ini sempat dibocorkan oleh Gizmodo, yang mendapatkan informasi dari sebuah prototipe iPhone yang ditemukan di sebuah toilet bar Gourmet Haus Staudt di Redwood City, San Francisco.
Menurut website Apple, iPhone 4 ini akan bisa mulai dipesan mulai tanggal 15 Juni dan akan tersedia di Amerika Serikat mulai tanggal 24 Juni dengan harga US $199 untuk tipe 16GB, dan US $299 untuk tipe 32GB.
VIVAnews - Tiga tempat di Amerika Serikat (AS) berada di posisi teratas dalam sebuah survei mengenai akses internet tercepat. Namun, 62 persen kota dengan akses internet tercepat di dunia justru berada di benua Asia.
Tiga kota dengan akses internet tercepat adalah Berkeley dan Stanford di California dan Chapel Hill di North California. Namun, dalam cakupan lebih luas, Jepang masih lebih unggul berdasarkan survei dari akselerator konten internet, Akamai, dalam laporan yang dirilis Selasa 20 April 2010.
Akamai menemukan bahwa 48 dari 100 kota dengan akses internet tercepat berada di Jepang dan 62 kota berada di Asia. Tiga negara dengan kecepatan akses tertinggi adalah Korea Selatan, Hong Kong (yang dalam survei dimasukkan dalam peringkat negara), dan Jepang. Tiga negara tersebut merupakan tiga negara yang melampaui kecepatan koneksi rata-rata 7,5 Mbps.
Dengan menganalisis kecepatan koneksi, Akamai menemukan bahwa 31 negara bagian AS meningkatkan kecepatan akses pada kuartal keempat.
“Tiap kuartal tahun kami mengukur kecepatan rata-rata akses internet kota,” kata juru bicara Akamai. “Kami memonitor 465 juta koneksi IP yang tidak biasa dan jumlahnya selalu bertambah tiap kuartal,” sebutnya, seperti dikutip dari PCWorld.
Akamai mengatakan bahwa AS dan China, bila digabung, menduduki hampir 40 persen alamat IP yang diobservasi. Selama krisis global, Akamai menemukan bahwa 96 negara memiliki rata-rata kecepatan internet di bawah 1Mbps.
Jumlah negara tersebut menurun dibanding kuartal sebelumnya yang berjumlah 103 negara. Penurunan tersebut mengindikasikan bahwa terjadi kemajuan dalam mengupayakan peningkatan koneksi internet. Saat itu, hanya tiga negara dengan kecepatan internet di bawah 100Kbps. (art)